HUKUM SOLAT TASBIH

19 May

Apakah hukum menunaikan solat sunat Tasbih ? Adakah ia merupakan sunnah Nabi saw?


JAWAPAN :


روي عن ابن عباس – رضي الله عنهما – قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للعباس بن عبد المطلب‏:‏ ‏(‏يا عباس، يا عماة‏:‏ ألا أعطيك‏؟‏ ألا أمنحك‏؟‏ ألا أحبوك‏؟‏ ألا أفعل بك عشر خصال إذا أنت فعلت ذلك غفر الله لك ذنبك، أوله وأخره، وقديمه وحديثه، وخطأه وعمده، وصغيره وكبيره، وسره وعلانيته‏؟‏ عشر خصال‏:‏ إن تصلي أربع ركعات، تقرأ في كل ركعة بفاتحة الكتاب وسورة، فإذا فرغت من القراءة في أول ركعة فقل وأنت قائم‏:‏ سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، خمس عشرة مرة، ثم تركع فتقولها وأنت راكع عشراً، ثم ترفع رأسك من الركوع فتقولها عشراً، ثم تهوي ساجداً وتقولها وأنت ساجد عشراً ثم ترفع رأسك أومن السجود فتقولها عشراً، ثم تسجد فتقولها عشراً، ثم ترفع رأسك من السجود فتقولها عشراً، فذلك خمس وسبعون في كل ركعة، تفعل ذلك في أربع ركعات، وإن استطعت أن تصليها في كل يوم مرة فافعل، فإن لم تستطع ففي كل جمعة مرة، فإن لم تفعل ففي كل شهر مرة، فإن لم تفعل ففي كل سنة مرة، فإن لم تفعل ففي عمرك مرة‏)

Maksudnya : “Wahai Abbas Pakcikku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin engkau melakukan -sepuluh sifat- jika engkau melakukannya Allah akan mengampuni dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan shalat empat rakaat; engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri, mka ucapkanlah: Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilallah Wallahu Akbar 15 kali, Kemudian ruku’lah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sedang ruku, kemudian sujudlah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sujud, kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu

( HR Abu daud bab solat tasbih no : 1297 )

Solat sunat tasbih yang dikatakan adalah solat yang disunatkan oleh Rasulullah saw adalah berdasarkan hadis yang diriwayatkan seperti di atas oleh Ibnu Abbas.Berikut saya bawakan komentar beberapa orang ulama berkenaan hadis solat sunat tasbih ini

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Tirmizi (no:482)dan ibnu Majah (no:1386) dari jalan Abu Rafi’ yang mana dinilai sebagai hadis gharib (pelik) oleh Tirmizi sendiri.Malah berkata Ibnu al-‘Arabi pada mensyarahkan hadis Tirmizi ini dengan mengatakan bahawa ianya adalah hadis dhoif dan tidak ada asalnya pada menilainya sohih dan hasan.An-Nasaie mengatakan hadis ini matruk (ditinggalkan).

( Tahqiq Tuhfatuz Zakirin Imam Syaukani oleh As-syaikh Ibrahim Al-Misri , m/s : 223 )

Ibnu Qudamah berkata: “Jika ada orang yang melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa, karena solat nawafil dan Fadhoilul A’maal tidak disyaratkan harus dengan berlandaskan kepada hadits sahih” (Al-Mughny 2/123)

Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam Ahmad bahwa tidak ada hadis sohih yang menjelaskan hal tersebut. Ibnuljauzi mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan solat tasbih termasuk maudhu yang diletakkan dalam kitabnya al-Maudhu’aat`.

Berkata Al-Suyuti dalam اللآلئ daripada Ibnu Hajar : bahwa yang benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat hasan, akan tetapi hadits itu syadz karena hanya diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada hadits lain yang menguatkannya. Dan juga solat tasbih berbeza gerakannya dengan solat-solat yang lain.

As-Syaikh Al-albani pula mengatakan hadis riwayat Ibnu Abbas ini adalah dinilai sebagai sohih li-ghairihi (lihat sohih al-targhib wa al-tarhib , no : 677)

Manakala Ibnu Uthaimin melalui risalah fatawanya menyatakan bahawa , Ibnu Taimiyah menyebut hadis-hadis yang menceritakan tentang solat tasbih adalah batil dan dusta semata.Ini kerana asal ibadah itu adalah tidak boleh dilaksanakan melainkan adanya dalil yang menyuruh untuk kita membuatnya.( Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Uthaimin , juz 14 , m/s 22 , no: 895 )

Tahqiq / Tarjih hukum :

Solat sunat Tasbih adalah solat yang tidak disyariatkan atas dalil :

1. bahawa hadis yang meriwayatkan tentangnya adalah mudhtarib yang mana diperselisihkan martabat hadis tersebut oleh ulama dengan berbagai-bagai bentuk.

2. Asal ibadah tidak boleh melainkan adanya dalil yang menyuruh untuk dilakukan.

WA

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 60 other followers

%d bloggers like this: