Siri Mau’izatul Qulub 2 : ANTARA SAYAP NYAMUK DAN DUNIA

30 Dec

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.

(HR. At-Tirmidzi no. 2320)

 

Subhanallah… itukah nilai dan harga dunia disisi Allah swt.Kelihatanya seperti tidak ada nilai langsung disisi Yang Maha Pencipta.Melihatkan maksud dan pengertian sabda Rasulullah saw di atas , sudah cukup membuktikan bahawa dunia yang selama ini kita kejar dengan penuh rasa tamak dan haloba , rupa-rupanya tidak ada nilai disisi Allah swt.Buat apa dikejar benda yang tidak bernilai??Apakah berbaloi jika sepanjang kejar-mengejar ini yang mana sudah pasti ada antara pesertanya yang akan jatuh tersungkur menyembah bumi , tiba-tiba apabila kita sampai di garisan penamat,pengadil atau hakim yang berada disitu dengan tegas mengatakan bahawa pertandingan tadi tidak dikira.Pertandingan tersebut tiada nilai dan sia-sia saja.Yang menang dan yang kalah tak dapat apa-apa.BERBALOI KAH ?

Ingatlah firman Allah swt :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (AQ , surah Al-Hadid ayat 20)

 

Lihatlah saudaraku sekalian ! Apabila Allah swt yang mencipta dunia ini pun telah menegaskan bahawa dunia ciptaan-Nya ini tidak ada nilai dan harga disisi-Nya , maka kenapakah kita seperti tidak mahu mempercayainya?.Kenapa kita masih berlumba-lumba mencari dan terus mencari serta menyelongkar dengan rakus dan tamaknya akan harta dan khazanah duniawi ini sehinggga melupakan tuntutan ukhrawi yang memang disuruh untuk kita mencarinya?….

Satu analogi mudah yang boleh kita renung dan fikir-fikirkan ialah tentang seseorang yang membeli kereta jenama Proton.Apabila berlaku sesuatu masalah terhadap kereta yang baru dibelinya , tuan punya kereta akan segera merujuk kepada mekanik dari Pusat Servis Proton.Setelah dilakukan pemeriksaan , maka mekanik tersebut akan mengatakan itu dan ini dan juga kaedah penyelesaiannya sekali.Maka tuan punya kereta tersebut akan mendengar dengan tekun dan teliti.Segala apa yang diterangkan oleh mekanik tadi akan dipraktikkan dengan penuh keyakinan.

Persoalannya sekarang , kenapa tuan punya kereta tersebut tidak menghantar kereta tersebut ke mana-mana pusat servis kereta yang bukan dari Pusat Servis Proton?…Kemudian , kenapa dengan begitu mudah tuan punya kereta tersebut untuk mempercayai dengan yakin segala nasihat dan tunjuk ajar yang diberikan oleh mekanik Proton itu?…Jawapannya mudah sekali.Ini kerana segala nasihat dan tunjuk ajar itu datangnya dari mekanik kilang Proton itu sendiri.Dalam erti kata lain ianya ianya adalah dari “TUAN YANG MENCIPTA” kereta tersebut.Maka sudah pastilah ‘yang mencipta’ lebih mengetahui barang ciptaannya.

Tapi mengapa apabila “TUAN PUNYA BUMI” ini dengan jelas dan nyatanya menyatakan tentang betapa tidak bernilai dan berharganya bumi dan kehidupanya , kita seolah-olah tidak mendengar atau tidak meyakini kenyataan tersebut.Malah hari demi hari kita sentiasa berfikir-fikir bagaimana caranya untuk menambah kekayaan dan kekayaan… Benarlah Sabda Rasulullah saw :

لو أن لابن أدم واديا من ذهب أحب أن يكون له واديان ولن يملأ فاه إلا التراب ويتوب الله على من تاب

Sekiranya anak Adam itu mempunyai satu lembah emas , nescaya ia tentu menginginkan untuk memiliki dua lembah emas dan sama sekali tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya (keinginannya) kecuali tanah (iaitu Mati).Dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat. (HR Imam Bukhari : 11/216 , 217 dan Muslim : 1049)

Apa yang penting , berpada-padalah mencari kekayaan di dunia sehingga tidak melupakan kekayaan dan harta yang perlu dicari sebagai bekal di Akhirat kelak….

Beginilah Islam mengajar kita …..

2 Responses to “Siri Mau’izatul Qulub 2 : ANTARA SAYAP NYAMUK DAN DUNIA”

  1. Ibnu Omar 01/08/2013 at 8:41 pm #

    Jazakallah khair.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: